ZINA adalah HUTANG, Dosa BALA’ yang harus dibayar

ZINA adalah HUTANG

Oleh : Sa’ad Aqimuddin

 

Baru-baru ini sosial media Indonesia dihebohkan dengan kasus pembunuhan Eno Parihah, seorang gadis berusia 19 tahun yang tewas dibunuh oleh 3 remaja.  KASUS KEKERASAN SEXUAL memang akhir-akhir ini semakin menyeruak di negeri yang mayoritas muslim ini. Setiap hari informasi  tentang kekerasan sexual menghiasi lintas berita di berbagai media. Sepertinya negeri ini sudah benar-benar darurat zina.
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ . وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya (QS.AnNuur:30-31)

Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan. Oleh karena itu, dalam ayat ini Allah Ta’ala terlebih dulu menyebutkan perintah untuk menahan pandangan mata daripada perintah untuk menjaga kemaluan.

Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia telah mengumbar syahwat hatinya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang, dan itulah zina mata. Rasulullah bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657).

Satu saat Imam Asy Syafi’i ditanya mengapa hukum bagi pezina sedemikian beratnya? Wajah Asy Syafi’i memerah, pipinya merona delima.

“Karena,” jawabnya dengan mata menyala, “Zina adalah dosa yang bala’ akibatnya mengenai semesta keluarganya, tetangganya, keturunannya hingga tikus di rumahnya dan semut di liangnya.”

Beliau ditanya lagi. Dan mengapa tentang pelaksanaan hukuman itu? Allah berfirman, “Dan janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama!”

Asy Syafi’i terdiam. Beliau menunduk, menangis.

Setelah sesak sesaat, beliau berkata, “Karena zina seringkali datang dari cinta, dan cinta selalu membuat kita iba. Dan syaitan datang untuk membuat kita lebih mengasihi manusia daripada mencintai-Nya.”

Beliau ditanya lagi, “Dan mengapa, Allah berfirman pula, “Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”

Bukankah untuk pembunuh, si murtad, pencuri Allah tak pernah mensyaratkan menjadikannya tontonan?

Janggut Asy-Syafi’i telah basah, bahunya terguncang-guncang.

“Agar menjadi pelajaran…”

Beliau terisak…

“Agar menjadi pelajaran…”

Beliau tersedu…

“Agar menjadi pelajaran…”

Beliau terisak…

Lalu bangkit dari duduknya, matanya kembali menyala, “Karena ketahuilah oleh kalian.. sesungguhnya zina adalah hutang.

Hutang, sungguh hutang dan salah seorang dalam nasab pelakunya pasti harus membayarnya!”

Ya, hindarilah segala yg tidak pantas untuk dilakukan oleh seorang muslim. Zina adalah hutang, hutang, hutang. Jika engkau berhutang, maka ketahuilah bahwa tebusannya adalah anggota keluargamu.

Barangsiapa berzina, maka akan ada yang dizinai, meskipun di dalam rumahnya.

Maka pintaku Yaa Allah….”jauhkan diriku dan keluargaku dari siksa api neraka…”. Allhamdulillah. Allahumma Aamiin.

 

Penelusuran Terkait:

One thought on “ZINA adalah HUTANG, Dosa BALA’ yang harus dibayar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *